Saya lupa kapan pertama kali menginjakkan kaki di atas pasir dan melihat pemandangan ombak di tepi pantai, mungkin itu sekitar seumuran 8 tahun atau lebih tepatnya kelas 2 MI. Pantai pertama yang saya lihat, yang saya kunjungi, adalah pantai Popoh yang bertempat di Kabupaten Tulungagung. Saya datang ke sana dengan rombongan dari sekolah yaitu MI Gumelar. Saya ditemani bulek dan anaknya. Bulek adalah adik dari ayah yang sejak kecil mengasuh SAYA setelah ibu meninggal.

Sungguh ketika itu, saya merasa sangat bahagia melihat hamparan keindahan yang diciptakan Tuhan. Pantai, hamparan air laut serta bebatuan yang menyerupai pulau kecil. Sungguh indah dipandang mata. Dentuman suara ombak yang memecah kesunyian dan berbaur dengan keriuhan para pengunjung pantai bisa memikat hati setiap pengunjung yang ada di sana. Ingin rasanya setiap hari berada di pantai dengan semua kesejukannya.

Terakhir kali, saya menginjakkan kaki di pantai kemarin tanggal 2 Januari 2018. Ya, belum lama ini, saya berkunjung ke pantai Konang di Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek. Kota kecil di pojok kulon Kabupaten Trenggalek ini memang sungguh bisa dikatakan kota wisata. Bagaimana tidak? Di sana banyak sekali pantai yang sungguh indah dan menakjubkan, menjadikan candu mata, hati dan perasaan untuk menjamahnya lagi dan lagi.

Pertama kali saya mengunjungi pantai yang saya rasakan adalah perasaan senang, tak terduga,saya bisa mengunjungi, melihat, dan menikmati ciptaan Tuhan yang begitu kerennya. Tapi, semakin saya tumbuh dewasa semakin sering pula saya pergi ke pantai. Perasaan itu berubah, memang sih, tak ada kesenangan seperti pertama kali mengunjungi pantai, tapi tetap ada perasaan senang dan nyaman ketika saya melihat hamparan laut dan juga mendengarkan dentuman ombak yang begitu indah. Kadang juga, saya pernah hanya untuk melepaskan beban dan penat dengan menikmati pemandangan dan juga teriak-teriak seperti orang gila untuk memecahkan emosi yang memuncak di otak saya dengan pergi ke pantai Prigi yang jaraknya paling dekat dengan rumahku, meski cukup lumayan jauh karna butuh waktu sekitar 1 jam untuk mencapainya.

Sungguh melegakan jiwa dan menjadi obat penatku. Setiap liburan tahun baru, saya selalu mengagendakan untuk pergi berlibur ke pantai. Kemarin, tahun baru 2018, saya mengagendakan berlibur ke pantai yang ada di Panggul. Saya berlibur di Panggul selama 3 hari dan mengunjungi beberapa pantai yang ada di Panggul, seperti di Pelang dan Konang.

Setiap saya berkunjung ke pantai Konang itu, saya sangat suka makan ikan bakar yang ada di warung pesisir pantai. Dengan menyaksikan pemandangan serta suasana yang disuguhkan oleh pantai Konang. Nah, jika ngomongin tentang masalan kuliner, saya paling suka dengan masakan kuliner ikan bakar, rasa sambal yang menggugah selara, sungguh cita rasa yang sangat luar biasa. Jika berbicara soal ikan, ada banyak sekali ikan di lautan yang begitu luas, akan tetapi yang biasaya dijadikan masakan kuliner adalah ikan Tongkol, Tengiri, Salmon, Tuna, Salam, teri, Pe dan banyak yang lainnya. Ikan yang paling saya suka adalah ikan Tuna dan ikan Pe. Rasanya benar-benar khas dan membuat lidah kian mencandu akan kelezatannya.

Kelebihan makanan ikan dibanding hewan darat adalah teksturnya lebih lembut sehingga lebih mudah dicerna, mudah dimasak, juga tidak terlalu ribet. Ikan pun ada berbagai macam jika disesuaikan dengan tempat hidupnya. Ada ikan laut, ikan sungai, dan juga ikan kolam. Tapi, saya lebih suka ikan laut, karena menurut saya, ikan yang hidup di sungai ataupun kolam itu seperti berbau tanah jika dimasak dengan olahan yang kurang pas.

Jika berkunjung ke pantai, tentu tak bisa dipisahkan pasti bertemu pasir dan juga lautan. Ya pasti karena di pantai memang tempatnya pasir yang disirami oleh ombak lautan. Saya sangat menyukai lautan. Saya suka ketika mandi di laut dan juga bermain dengan ombak yang terbawa air. Ombak yang ditimbulkan oleh lautan itu bisa menenangkan hati dan pikiran, seperti hujan yang menghapus semua kenangan pahit yang telah terlampaui untuk menuju masa depan yang lebih indah dan bersinar.

Saya juga pernah naik yang namanya kapal laut. Waktu saya liburan ke pantai pasir Putih di Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek. Saya mengelilingi laut pasir Putih dengan menaiki kapal laut. Saya juga sudah pernah menaiki kapal pesiar, dulu waktu saya mengunjungi ayahku yang ada di Lampung-(Sumatera). Saya selalu menaiki kapal pesiar ketika menyebrangi laut melewati selat Sunda untuk mencapai pulau Sumatera. Saya menaikinya sekitar satu jam. Perasaan campur aduk tak tenang mulai terasa ketika kapal sudah mulai melaju di tengah-tengah lautan. Perasaan senang dan was-was akan adanya gelombang yang tiba-tiba mengobrak-abrik kapal seperti kejadian kecelakaan laut yang kadang terjadi.

Memang, ada berbagai macam pantai yang ada di Indonesia. Dan yang pernah saya kunjungi adalah beberapa pantai yang ada di Kabupaten Trenggalek seperti pantai Prigi, Karanggongso, pasir Putih, Cengkrong, Blado, Konang, Pelang, Kili-kili, ada juga pantai yang belum terpublikasi karena jalannya teramat sangat sulit. Tapi, itu pantainya benar-benar indah. Saya lupa itu namya pantai apa (?) Pantai itu tepatnya terletak di Desa Nglebeng Kecamatan Panggul yang dekat dengan Dusun Njoketro. Sedangkan di Kabupaten Tulungagung, ada pantai Popoh, Sidem, Gemah, Sine, dan masih banyak lagi. Sedangkan di Kabupaten Pacitan, saya tahu, ada pantai Soge dan Klayar. Kalau di Yogyakarta, saya pernah berkunjung di pantai Indrayanti. Jika ada waktu, saya ingin berkunjung ke pantai Parangtritis, juga pantai Kute yang ada di Bali. Semoga!

======================

Cacan Nur Thobibah (Mahasiswi IAIN Tulungagung, tinggal di Trenggalek).

Categories: Sastra

1 Comment

naila · Sel 11 Desember 2018 at 13:53

wahhh mau dong kak rekomendasi pantai yang bagus di yogya apa ajaa?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.