Tulisan bisa berupa fiksi, non fiksi, semua kembali pada minat dan ketertarikan kita menuangkan gagasan menjadi sebuah teks yang layak untuk dibaca. Semoga kesedapan menulis piknik memberi inspirasi di kalangan penulis muda untuk terus berkarya.

Amien Chusen atau nama aslinya Amin Mulyanto adalah Staf Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, pemerhati, dan penikmat sastra. Tulisan ini dipresentasikan dalam “Orasi Budaya dan Workshop Jurnalistik” di Pondok Pesantren Salafiah Sulaiman Trenggalek.

Membaca judul di atas kita seperti diajak berimajinasi ke menu jajanan yang begitu lezat. Cita rasa menjadi ihwal yang menarik untuk dijabarkan dalam sebuah konteks. Pikiran seperti terhipnotis ketika sebuah makna dapat mempengaruhi seseorang untuk leluasa mengemukakan pendapat. Yang menjadi pertanyaan adalah: Apa saja kesedapan yang bisa dituliskan sehingga pembaca merasa terpacu dan bernafsu menuntaskan bacaannya.
Mengacu pada analogi jajanan yang pertama dirasakan oleh seorang penikmat adalah ketertarikan. Ketertarikan menjadi pumpunan bagi seseorang untuk mengetahui jajanan tersebut. Rasa penasaran berkembang menjadi keinginan yang begitu kuat untuk lebih bisa memahami objek secara detail. Proses memahami objek adalah cara tersendiri bagi seseorang untuk merasakan “kesedapan” itu.

Menuangkan ide kreatif atau gagasan menulis juga memerlukan ketertarikan (baca minat). Seorang pemula biasanya mengalami kesulitan utuk menuangkan ide dalam bentuk tulisan (istilah sekarang kurang piknik). Kesulitan-kesulitan tersebut disebabkan oleh kurangnya bahan bacaan, referensi pendukung atau ada kemungkinan lain seperti kurang terbiasa melatih diri untuk menulis. Menulis bisa dimulai dari topik yang paling sederhana seperti kegiatan sehari-hari. Kalau boleh belajar dari penulis-penulis terkenal adalah: “tulis, tulis, dan tulis apa yang bisa ditulis”.
Perkembangan yang terjadi sekarang dalam hal menulis adalah travel writing. Menuliskan pengalaman piknik adalah sarana yang paling mudah dan menyenangkan untuk berbagi cerita kepada teman. Pengalaman itu bisa dibagikan ke dalam bentuk blog pribadi atau media sosial lainnya. Ada beberapa keuntungan mengapa menulis piknik sangat menarik, di antaranya: bisa berbagi pengalaman (tulisan), eksistensi diri, mendapatkan uang tambahan, menajamkan kepekaan, menginspirasi orang lain, dan untuk kenang-kenangan.

Berbagi Pengalaman dalam Bentuk Tulisan
Ada banyak objek menarik yang bisa dinikmati ketika seseorang melakukan perjalanan wisata. Pengalaman yang sangat menyenangkan itu akan semakin indah apabila bisa diceritakan dan dibagi dengan teman atau orang lain. Salah satu cara berbagi pengalaman adalah menceritakannya dalam bentuk tulisan. Alangkah senangnya tulisan kita bisa dibaca oelh orang lain. Menulis adalah cara terbaik untuk mengabadikan nama kita, seperti dalam peribahasa latin Verba volant, scripta manent (yang terucap akan terbang bersama angin, yang tertulis akan tetap abadi). Menceritakan pengalaman melalui tulisan memiliki kekuatan yang lebih besar karena sampai kapanpun akan tetap dibaca oleh orang lain.

Eksistensi diri
Kecenderungan anak muda sekarang membutuhkan pengakuan (eksistensi diri). Cara cerdas untuk tetap eksis adalah merekam aktivitas sehari-hari seperti mengunggah foto-foto selfi ke media sosial. Kebiasaan dan kecenderungan ini sudah mewabah dan menyebar di kalangan anak-anak muda yang butuh “ngeksis”. Tidak terpungkiri, apalagi media sosial memberi ruang yang sesuai utuk sarana eksis, meskipun hanya sekedar berbagi foto ketika travelling. Sayang sekali kalau hanya berbagi foto tanpa ada keterangan yang lengkap terkait dengan kesan yang tersirat dalam foto travelling. Menceritakan pengalaman piknik akan lebih menarik lagi kalau kita mampu menarasikan foto kenangan itu, menjadi sebuah cerita. mengapa tidak?

Mendapatkan Uang Tambahan
Piknik menjadi trending topics di dunia penulisan. Media massa menyediakan kolom khusus untuk menulis piknik bisa berupa feature, kolom Kuliner, kolom budaya, dan lain-lain. Ini adalah peluang bagi kita untuk memanfaatkan momen (piknik) menjadi ladang mencari uang tambahan.
Profesi sebagai penulis piknik (travel blogger) banyak digemari karena selain bisa jalan-jalan bisa berbagi cerita (tulisan) dan mendapatkan tambahan penghasilan. Kreatifitas dalam pengembangan ide, sangat diperlukan dalam menulis piknik, karena tulisan yang baik dapat mempengaruhi seseorang untuk bisa terlibat di dalamnya bahkan pembaca tertarik untuk mengunjungi tempat wisata yang kita ceritakan. Peluang lain ketika kita sudah mahir dalam menuliskan pengalaman piknik kita adalah menjadi konstributor di media-media travelling.

Menajamkan Kepekaan
Menulis menjadi sarana tepat menajamkan kepekaan kita untuk menuliskan pengalaman tentang piknik. Objek yang akan kita tulis menuntut kita untuk lebih detail memperhatikan keadaan lingkungan sekitarnya sehingga apa yang kita tuliskan menjadi lebih menarik, relevan, dan berbobot. Oleh karena itu informasi lain yang terkait dengan objek dan lokasi piknik harus kita cari dan dapatkan sebagai referensi selanjutnya. Referensi itu bisa diperkaya dengan bahan bacaan yang ada selain berdasarkan pengamatan dan pengalaman batin kita dalam menceritakan pengalaman travelling.

Menginspirasi Orang Lain
Tanpa disadari, menulis pengalaman travelling secara langsung, kita sudah menginspirasi orang lain untuk menikmati dan mengunjungi tempat tersebut. Misalkan menceritakan nuansa pantai Prigi, kita secara detail bisa menginformasikan keunikan, lokasi, panorama, kesan, aktivitas apa saja yang menarik untuk dilakukan di sana. Semakin detail menceritakan pengalaman kita, semakin berguna tulisan yang kita buat.

Untuk Kenang-kenangan
Tulisan yang sudah kita buat akan abadi dan menjadi kenangan yang tak terlupakan. Masa lalu akan kembali terulang dan tulisan yang kita buat akan menjadi cerita yang indah bagi anak-anak kita kelak. Jika di kemudian hari kerinduan itu muncul, kita bisa membuka kembali tulisan beserta foto-foto yang kita ambil. Kenangan akan datang dan pergi, tulisanlah yang akan mengabadikannya.
Beberapa keuntungan mengapa kita menulis piknik setidaknya bisa memotivasi kita sebagai penulis muda untuk lebih giat berlatih dan berproses. Proses kreatif bisa muncul di mana saja, tergantung bagaimana kita mengemas, mengembangkan, meramu, memenej, menjadi sebuah karya yang menarik.
Tulisan bisa berupa fiksi, non fiksi, semua kembali pada minat dan ketertarikan kita menuangkan gagasan menjadi sebuah teks yang layak untuk dibaca. Semoga kesedapan menulis piknik memberi inspirasi di kalangan penulis muda untuk terus berkarya.

Buktikan kamu bisa: tulis, tulis, dan tulis.

Selamat berkarya….

Sidoarjo, 2017.

=========================

Penulis: Amien Chusen (Staf Balai Bahasa Jawa Timur)

Categories: Esai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *