Tokoh

KH CHAMIM SYUFAAT

Dia alumni Pesantren Ploso Kediri, sehingga kitab kuningnya mapan. Sesuai tradisi di pesantren Ploso yang istiqamah dengan kitab fikih Fathul Qarib (Taqrib), KH Chamim Syufaat (selanjut, ditulis Kiai Chamim) pun mengampu pelajaran fikih dengan menggunakan Read more…

By Redaksi, ago
Pesantren

MBAH NUR ROHMAN

Selain para kiai, di pondok pesantrenku juga ada dikenal dengan panggilan “si mbah”. Yang pertama, Mbah Nur Rohman. Dia adalah sahabat karib satu kelas di madrasah. Orangnya khusu dan tawadu. Qurannya lancar, ngewes. Kalau di madrasah sambil nggeremeng (nggumam) membaca Al-Quran secara perlahan. Karena, ia mengambil program sosial di pondok, maka kalau malam hari sering tidak tidur. Ia harus menanak nasi dan memasak sayur di dapur umum. Di pondokku memang demikian, bagi santri yang tidak mampu bisa masuk program ini.
(lebih…)

By Redaksi, ago
Pesantren

KH MOH ISHOMUDDIN HADZIQ

Kami senang gayanya. Dengan tutur katanya. Kami juga senang dengan anekdot-anekdotnya. Terlebih, saat-saat yang dinanti menjelang akhir pelajaran. Minta ijazah amalan darinya. ”Bungkus!” teriak kami. Sebuah kata isyarat untuk mendorong Gus Ishom, demikian sapaan akrabnya, agar mau memberikan amalan. Dan, dia memang memiliki segudang amalan. Mulai dari Majmu’ Syarif, Hirsul Jawsyan, dan lain-lain. Amalan yang selalu di nanti-nanti setiap usai Beliau menamatkan satu buah kitab. Satu amalan yang paling berharga darinya.

(lebih…)

By Redaksi, ago
Apresiasi

GUS DUR

Dari Sisi yang Terlupakan

Gus Dur adalah buku terbuka, jadi tidak begitu sulit membacanya. Persoalan, bagaimanakah membaca Gus Dur dan buku apa saja yang akan kita butuhkan untuk membacanya? Tentu, di dalam diri Gus Dur yang multi tema tersebut, kita harus dapat dengan cermat membacanya, kalau tidak kita akan tersesat dalam penafsiran kita sendiri dan masuk pada lorong labirin.

Membaca Gus Dur membutuhkan pengetahuan yang mendalam, ketulusan dan kebersihan jiwa. Di dalam diri Gus Dur yang multi tema tersebut kita harus bersih memilah – milah tema yang akan kita dapatkan dari beliau. Dan harus konsisten, jangan sampai termakan oleh sampiran – sampiran.
Sebagai seorang pujangga, syair – syair pemikiran beliau bertebaran di berbagai media, mulai dari pengajian, diskusi publik, dialog terbatas, hingga pernyataan – pernyataan beliau yang mengundang kontroversial. Membersihkan diri dari prasangka – prasangka adalah langkah awal membaca Gus Dur. Sebab beliau sering melontarkan syair – syairnya yang berisi “puisi- puisi” masa depan. Atau prosa – prosa lirik yang mengharuskan kita garuk – garuk kepala karena kekurangan referensi.
Mengingat tingginya tingkat kegeniusan Gus Dur membuat orang-orang yang tingkat kecerdasanya pas-pasan: kelimpungan dan berakibat pada keberangan. “Gitu Aja Kok Repot” adalah salah satu “puisi” yang menggambarkan betapa cepatnya Gus Dur memecahkan sebuah permasalahan. “Puisi” gitu aja kok repot menjadi perbincangan dan life style beberapa dekade di kalangan penikmat seni Gus Dur, mulai dari kalangan tukang ojek hingga kalangan direktur utama dan para jet set. “Puisi” itu sangat laku hingga dimamah biak oleh mulut-mulut orang yang ingin memecahkan persoalan. Dan anak – anakpun ikut merayakannya.
Walaupun jadi semacam mimesis massal ini merupakan “puisi” termurah di dunia, “dibeli” oleh masyarakat puisi dunia dengan gratis, tanpa dicetak oleh penerbit, tanpa pemasaran, tanpa out let. “Puisi” celana pendek Gus Dur melambaikan tangan dari istana adalah satu – satunya “puisi” yang tak terlupakan, tak ayal lagi multi tafsirpun berhamburan dari para pengamat dan diliput oleh media seluruh dunia. “Puisi” tanpa kata – kata, “puitikal body language”.

(lebih…)

By Redaksi, ago
Followers

KENANGAN RIZA

Sahabat-sahabat PKL Balai Bahasa Jawa Timur Hari ini, aku sudah merindu kalian. Menurutku, kelas ini bukan kelas baru. Sungguh aku merindu. Tidak tahu karena alasan apa, bagiku tidak perlu alasan untuk merindu. (seperti kamu merindu Read more…

By Redaksi, ago
Pesantren

KHA ZAHRUDDIN SYAMBASI

Kerinduan Kiai Zahruddin akan dunia pesantren sering diungkapkannya secara verbal. Sebagai santri KH Jazuli Usman Ploso Kediri, Kiai Zaharuddin bercerita jika pernah menjadi badal KH Abdurrohman Chudlory, Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang, ketika sama-sama Read more…

By Redaksi, ago
Pesantren

PENGALAMAN SANTRI

Madrasatul Quran adalah salah satu pondok pesantren penghapal Al-Quran di Tebuireng Jombang. Makna filosofis yang hendak dibangun adalah Al-Quran yang dimadrasahkan. Al-Quran yang tidak saja dihapal lafadh, melainkan juga mendalami makna dan pengamalan. Maka, misi yang kemudian dibawa adalah hamilul Quran: lafdhan, wa ma’nan, wa amalan. Tiga terma utama pembentuk nalar Pondok Pesantren Madrasatul Quran.
(lebih…)

By Redaksi, ago
Pesantren

PESANTREN

Inisiatif mendirikan pondok pesantren bisa didasari dari pondok pesantren sebagai benteng—meminjam istilah yang sering digunakan oleh Kyai Priyanto Khoiruddin Musirawas—selanjutnya ditulis Mbah Yanto. Satu Desa Satu Pesantren Desa adalah basis NU. Di desa jamaah NU Read more…

By Redaksi, ago
Esai

SELALU MENJADI PEMULA

Memang, keunggulan subyektivitas kyai yang mengakar di lingkungan masyarakat telah menjadi sesuatu yang positif sebagai personal guarantee sehingga pondok pesantren dan turunannya dapat memiliki bank, klinik, atau koperasi pondok pesantren. Akar individu yang melekat pada Read more…

By Redaksi, ago