Yang dijumpai adalah perempatan jalan pasar Kendal yang ramai bila tengah malam. Sayur mayur bergeletakan di tepi jalan menandai aktivitas ekonomi yang ramai.

Dari perempatan tersebut, ke arah barat, ada jalan menanjak ke makam Syekh Sulaiman. Guru spiritual Jenderal Gatot Subroto di masa revolusi kemerdekaan. Di sana, Jenderal Gatot Subroto pernah beristirahat, ketika berperang secara gerilya melawan Belanda.

Desa Kendal, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, lebih dekat ke arah Magetan daripada ibukota Ngawi. Di era tahun 80an, orang-orang Kendal berbelanja lebih suka ke Madiun. Meski dengan berjalan kaki. Dahulu, daerah tersebut termasuk sulit ditempuh.

Keturunan Pangeran Sukowati

Pangeran Sukowati adalah salah satu pangeran dari keraton Surakarta yang mendirikan kota Sragen. Ia pernah berkelana di wilayah Kendal hingga anak keturunannya tersebar di wilayah ini. Anak keturunan tersebut menjadi tokoh-tokoh agama dan mendirikan pesantren. Maka, tidak heran, jika kiai-kiai di Kendal menarik garis silsilah mereka kepada Pangeran Sukowati tersebut.

Pasca perang Dipanegara, pasukan-pasukan yang anti Belanda tersebar luas di berbagai daerah, tidak terkecuali di Kendal. Syekh Sulaiman adalah salah satu di antara pasukan Dipanegara yang bersembunyi di Kendal.

Temboro

Pusat pesantren yang terbilang besar di kabupaten Magetan adalah Temboro. Kini, Temboro dikenal sebagai desa internasional, karena banyak warganegara asing yang tinggal di sana. Desa Temboro tidak jauh dari Kendal.

Temboro merupakan pusat pesantren salaf. Pengajaran yang disampaikan di sana sama seperti pesantren-pesantren salaf lainnya di Jawa Timur. Alfiyah dan kitab kuning menjadi dasar ilmu pengetahuan yang diajarkan di pesantren Temboro. Pesantren-pesantren di sana didirikan dan diasuh oleh kiai-kiai keturunan Ki Ageng Muhammad Hasan Besari, Tegalsari, Panaraga. Guru spiritual raja-raja Surakarta.

KH Mahmud Cholid Umar adalah salah satu keturunan Ki Ageng Muhammad Hasan Besari yang mendirikan Pesantren Al-Fatah di Temboro. Ia menjadi santri Hadratussyekh KHM Hasyim Asy’ari di Tebuireng. Belakangan, KH Mahmud Cholid Umar pernah menjabat sebagai Rais Syuriah pada PWNU Jawa Timur.

Demikian, Kendal menjadi wilayah yang jarang diketahui dunia luar. Wilayah jalur gerilya pasukan-pasukan eks Dipanegara yang bersilang dengan anak cucu Ki Ageng Muhammad Hasan Besari, Panaraga.

Dan di Kendal, pohon-pohon Jati tumbuh kekar seolah menanda dan menjadi saksi kehidupan yang keras masayarakat Kendal di masa lalu.

Kendal, 18.43; 1 Agustus 2018.

==========================

M. Sakdillah (writer, director, and culture activities).

Categories: Laporan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *