Memang, duka kan selalu mengiringi di jalan kebahagiaan. Banyak peristiwa, banyak sekenario cinta (k-pop loverz pasti tahu lagu milik iKon – yang berjudul Love Scenario) yang kiranya hal ini merupakan salah satu penyebab terwujudkannya sebuah mitos di aula balai.

Sahabat-sahabat PKL Balai Bahasa Jawa Timur

Hari ini, aku sudah merindu kalian. Menurutku, kelas ini bukan kelas baru. Sungguh aku merindu. Tidak tahu karena alasan apa, bagiku tidak perlu alasan untuk merindu. (seperti kamu merindu dengan doi mungkin… hehe).

Teruntuk sahabat-sahabat PKL

Memang, duka kan selalu mengiringi di jalan kebahagiaan. Banyak peristiwa, banyak sekenario cinta (k-pop loverz pasti tahu lagu milik iKon – yang berjudul Love Scenario) yang kiranya hal ini merupakan salah satu penyebab terwujudkannya sebuah mitos di aula balai. “Bahwa setiap PKL ada tangis yang menderu (P. Acil:17:08:18 @warung kopi)”. Entah, tangis berupa air mata ataupun hati yang menangis.

Teruntuk Sahabat-sahabat PKL.

Kami tahu: saat ini, ada kalian yang ingin sekali segera menyudahi dan ingin pulang karena rindu (rindu siapa juga boleh) atau sebab lain,  tetapi juga yang tidak ingin menyudahi, juga karena alasan rindu. Rindu kalian sahabat-sahabatku. Apa kalian juga rindu?

Teruntuk sahabat-sahabat PKL.

Sebuah berkah kiranya, jika kita dapat dijumpakan kembali,  dipertemukan lagi, esok dalam sebuah kesempatan. Kiranya, apa yang ingin kalian sampaikan? Apakah kalimat “Aku diciptakan karena aku harus menemui orang tuamu untuk melamarmu!”. Yaah, mungkin ada, bagi para Jomblowan, dan bersiaplah hai para Jomblowati! Hehehe. Atau, mungkin berjumpa di saat ada sebuah acara di tv. “Itu…! Namanya Ipeng sekarang dia menjadi menteri! Dulu, teman PKL, yang jualan obat kuat”.

Teruntuk Sahabat-sahabat PKL.

Tegurlah bila ada salah! Sapalah bila lupa! Sambunglah jika terputus! (syukur-syukur bisa menyambung keluarga… Eaaak). Sungguh berharga menurutku. Jangan sampai kalian saling melupakan, karena dilupakan itu sakit!

Teruntuk sahabat-sahabat PKL.

Mungkin, bahasaku bertele-tele, alay dan lebay. Namun, inilah caraku menyampaikan, bukan untuk dendam. Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Semoga ini bukan akhir!

Teruntuk sahabat-sahabat PKL.

Semoga kalian selalu diberi berkah karunia dari sang ilahi untuk mewujudkan ujung mimpi!

Dari Mahasiswa kota Surakarta, dari satu untuk semua.

Sidoarjo, 17 Agustus 2018. 18.17.

=========================

Kontributor:

Riza (mahasiswa Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta, tinggal di Ponorogo).

 

Categories: Followers

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *