Sebagaimana literasi dipahami tidak saja sebatas pada gemar membaca, namun lebih dari itu: bagaimana memahami dan mengkomunikasikan bacaan kepada masyarakat. Demikian, Pesantren Tebuireng memiliki tanggung jawab untuk mengajak santri-santri gemar membaca.


Sambutan K.H. Salahuddin Wahid

Bertempat di Gedung KHM Yusuf Hasyim Pesantren Tebuireng, perhelatan Ngaji Literasi ini diselenggarakan oleh Pustaka Tebuireng. Unit penerbitkan di bawah naungan Pesantren Tebuireng Jombang. Kegiatan Post-pesantren yang digawangi oleh Gus Ahmad Faozan ini menghadirkan pembicara dan bedah buku “Peradaban Sarung” oleh penulisnya, Ach. Dhofir Zuhri, serta pembanding: KHA Musta’in Syafi’i. Dalam rangka memperingati Milad FORDISAF ke-23, Ahad (10/03/19), di Aula lantai 3 Gedung KHM Yusuf Hasyim Pesantren Tebuireng.

Dalam sambutannya, KH. Salahuddin Wahid selaku pengasuh Pesantren Tebuireng menyampaikan: peringkat literasi Indonesia di dunia masih sangat jauh tertinggal. Indonesia menempati urutan nomor 60 dari 61 negara, di atas negara Boswana, berdasarkan penelitian Michigan University tahun 2016. Ini persoalan serius bangsa Indonesia.

Sebagaimana literasi dipahami tidak saja sebatas pada gemar membaca, namun lebih dari itu: bagaimana memahami dan mengkomunikasikan bacaan kepada masyarakat. Demikian, Pesantren Tebuireng memiliki tanggung jawab untuk mengajak santri-santri gemar membaca.

M. Sakdillah (author, director, and culture activities)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *