Setiap orang pasti berdosa, kalau bukan pendosa maka perlu dipertanyakan kemanusiaannya. Orang yang merasa dirinya tidak pernah berdosa, maka perasaan itu sudah menjadi dosa. Sebab, yang menentukan berdosa tidaknya seseorang adalah Allah Ta’ala.

Namun demikian, setiap orang jarang menyadari dirinya telah berdosa. Iblis telah mengajarkan kesombongan itu. Meskipun ia telah dinyatakan berdosa oleh Allah Ta’ala, karena telah membangkang tidak mematuhi perintahnya, iblis tetap tidak mau mengakuinya.

Abu Nuwas adalah seorang sufi yang hidup pada masa Khalifah Harun Al-Rasyid yang agung. Nama aslinya adalah Abu-Ali Al-Hasan bin Hani Al-Hakami (756814). Dia dilahirkan di kota Ahvaz di negeri Persia, dengan darah Arab dan Persia mengalir di tubuhnya. Ayahnya, Hani Al-Hakam, merupakan anggota legiun militer Marwan II. Sementara ibunya bernama Jalban, wanita Persia yang bekerja sebagai pencuci kain wol. Sejak kecil ia sudah yatim. Sang ibu kemudian membawanya ke Bashrah, Irak. Di kota inilah Abu Nawas belajar berbagai ilmu pengetahuan.

Guru-guru Abu Nawas di bidang sastra Arab adalah Abu Zaid al-Anshari dan Abu Ubaidah. Ia belajar Alquran kepada Ya’qub Al-Hadrami. Sementara di bidang ilmu Hadis, ia belajar kepada Abu Walid bin Ziyad, Muktamir bin Sulaiman, Yahya bin Said Al-Qattan, dan Azhar bin Sa’ad As-Samman. Di Kufah bakat Abu Nawas digembleng Ahmar. Ia disuruh Abu Nawas berdiam di pedalaman, hidup bersama orang-orang Arab Badui untuk menjiwai budaya Arab.

Tahun meninggal Abu Nawas ada banyak versi berbeda. Ada yang menyebutkan tahun 190 H/806 M, ada pula yang 195H/810 M, atau 196 H/811 M. Sementara yang lain tahun 198 H/813 M dan tahun 199 H/814 M.

Puisi-puisi Abu Nawas dihimpun dalam Diwan Abu Nuwas yang telah dicetak dalam berbagai bahasa. Ada yang diterbitkan di Wina, Austria (1885), di Greifswald (1861), di Kairo, Mesir (1277 H/1860 M), Beirut, Lebanon (1301 H/1884 M), Bombay, India (1312 H/1894 M). Beberapa manuskrip puisinya tersimpan di perpustakaan Berlin, Wina, Leiden, Bodliana, dan Mosul.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *