foto koleksiamellupzlupz.blogspot.com. gayatrimedia.co.id

Pelabuhan Internasional di Era Majapahit

Lasem memiliki rekaman sejarah panjang tentang kejayaan maritim di Nusantara. Sebagai pelabuhan terbuka, Lasem sudah menjadi pelabuhan internasional. Di Lasem pula terdapat fosil perahu kayu peninggalan abad ke-9 Masehi yang berukuran 15 x 8 meter.

Lasem menjadi salah satu pelabuhan besar di pantai utara pulau Jawa, sehingga sempat memiliki pemerintahan sendiri. Hanya saja, sejak masa Belanda pusat pemerintahan dipindah ke Rembang sebagaimana Tuban pada masa lalu menjadi bagian dari Keresidenan Rembang.

Di samping sebagai pelabuhan besar, Lasem juga menjadi pusat kerajaan yang mendukung penuh kekuatan sosial, ekonomi, dan politik Wilwatikta. Sebagaimana disebutkan di dalam kitab Negara Kertagama, ada 11 negara kerajaan yang secara khusus dikuasai oleh keluarga raja. Sebagaimana disebutkan di dalam Piagam Singosari (Bhatara Saptha Prabu) tahun 1351 Masehi:

  1. Kerajaan Daha (Kediri) diperintah oleh Bhre Daha, Dyah Wiyat Sri Rajadewi
  2. Kerajaan Wengker (Ponorogo), diperintah Raja Wijaya Rajasa
  3. Kerajaan Mataun (Bojonegoro-Madiun), diperintah Raja Rajasa Wardhana
  4. Kerajaan Lasem, diperintah Bhre Lasem, Duhitendu Dewi
  5. Kerajaan Pajang (Surakarta), diperintah Bhre Pajang
  6. Kerajaan Paguhan, diperintah Raja Singa Wardhana
  7. Kerajaan Kahuripan, diperintah Tribhuwana Tungga Dewi (ibu Hayam Wuruk)
  8. Kerajaan Singasari, diperintah Kerta Wardhana
  9. Kerajaan Mataram (Yogyakarta), diperintah Bhre Mataram, Wikrama Wardhana
  10. Kerajaan Wirabhumi, diperintah Bhre Wirabhumi
  11. Kerajaan Pawanukan, diperintah Puteri Swardhani.

Sumber : M. Akrom Unjiya, Lasem Negeri Dampoawang Sejarah yang terlupakan (Yogyakarta: Salmaide, 2014).

Selain disebutkan sebelas Negara khusus tersebut, ada juga sembilan orang yang menduduki posisi khusus di dalam lembaga Dewan Pertimbangan Agung:

  1. Sang Prabu Hayam Wuruk (Raja Wilwatikta, selaku ketua dewan)
  2. Tribhuwana Tungga Dewi
  3. Sri Kerta Wardhana
  4. Dyah Wiyat Sri Raja Dewi
  5. Sri Wijaya Rajasa
  6. Bhre Lasem Duhitendu Dewi
  7. Sri Rajasa Wardhana
  8. Bhre Pajang
  9. Singa Wardhana

Dengan demikian, Lasem sebagai pusat pemerintahan dan pelabuhan besar menjadi daerah penopang sekaligus pintu masuk strtategis dan penting, karena dipimpin langsung oleh salah satu dari keluarga kerajaan yang cakap di bidang kelautan. Wilwatikta dikenal sebagai kerajaan maritim. Kapal-kapal Wilwatikta diberitakan mampu mengarungi lautan hingga ke tiongkok dan Afrika. Menurut catatan, kapal-kapal tersebut berukuran sangat besar. Panjang mencapai 70 sampai 90 meter. Dengan diameter 15 sampai 20 meter. Kapal tersebut dapat menampung 1.000 orang awak dan persenjataan meriam api.

Kemegahan dan kejayaan Kerajaan Lasem dapat dilihat dari catatan berikut:

  1. Dari kabar Portugis disebutkan, hingga abad 17 diketahui pantai utara Jawa merupakan kawasan perdagangan yang sibuk. Dermaga-dermaganya adalah Gresik, Tuban, Lasem, dan Jepara. Di tempat-tempat tersebut terdapat seribu kapal atau lebih, lapak-lapak, dan warung-warung.
  2. Pasal 260 – 262 perundangan Kutara Manawa memberikan hukuman denda berlipat bagi orang-orang yang menyia-nyiakan sawah, ladang, ataupun tambak. Merusak atau membakar hasil panen atau melarang orang mengelola tanah sebagai lahan perkebunan.
  3. Prasasti Karang Bogem dan Biluluk tahun 1366 Masehi menyebutkan Lasem sebagai penghasil garam dan ikan terbesar untuk kebutuhan negeri. Prasasti mengisyaratkan hasil pengelolaan alam dikuasakan Negara kepada para bangsawan yang juga menjadi saudagar-saudagar besar. Hal ini dapat dilihat dari kedudukan Rajasa Wardhana selaku Dampoawang di pelabuhan Teluk Regol dan Kairingan.|2016

============================

M. Sakdillah (author, diector, and culture activities)

Categories: Rekreasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *