gayatrimedia.co.id

Sebuah karya lahir dari alam yang galau. Kegelisahan. Tanpa kegalauan tak akan lahir satu keseriusan di dalam menyikapinya.
Tidak hanya galau, bahkan kegilaan sebagaimana F Nietzche atau Albert Camus. Begitupun kematian yang mesti diakrabi sebagaimana Beethoven dalam pencapaian oktaf kesembilan yang misterius.

A Jalal, seorang muda yang terasing di pesantrennya. Ketakjelasan yang dipandang remeh oleh sahabat-sahabatnya. Berusaha bergejolak sendiri di dalam kegalauan. Meskipun rintihan kepedihannya selalu menyandung kepada sosok pembimbingnya di Cipasung. Para Abah, pengampu pesantren yang selalu menjadi tumpuan.

Dalam rentang waktu yang singkat, ia telah melahirkan banyak karya. Abdul Jalal, nama aslinya, lahir di Tangerang pada tanggal 31 Agustus 1997. Ia mahasiswa Ekonomi Syariah di Institut Agama Islam Cipasung. Telah mempublikasi 15 buku di antaranya Cerpen, Novel, Puisi dan tukilan kitab.

A Jalal adalah anak ke-10 dari pasangan H. Mulyadi dan Hj. Maswiyah.

Secara formal, pendidikan dasarnya diawali dari SDN Sangiang IV, SMPN 1 Sepatan Timur, MA Minhajut Thalibin Jakarta Barat, dan SMA Al-Multazam.

Kehausannya akan ilmu-ilmu dan pengalaman agama ditempuhnya melalui pendidikan non formal di Pondok Pesantren Raudlatul Mubtadiin, Pondok Pesantren Attaqwa, Pondok Pesantren Fathul Hidayah 7. Dan sekarang, sembari kuliah, ia mendalami sastra Arab dan ekonomi syariah di NHS Cipasung Tasikmalaya.

Selain menekuni pelajaran sastra Arab yang rumit di Cipasung, A Jalal juga meluangkan waktunya untuk berorganisasi sebagai Ketua Umum di Himpunan Mahasiswa Tangerang Wilayah Priangan Timur, Ketua Sastra di Komunitas Menulis IAIC dan komunitas Gusdurian Tasikmalaya.

Sejak SD kelas 5 dan 6, A Jalal sudah menorehkan bakat prestasinya menjadi terbaik 1 di kelas, begitu pula jenjang SMP dan SMA tetap menjadi yang terbaik.

Organisasi merupakan rumah keduanya. Sejak SMP di Perguruan OCC, Pangastuti Tangerang, Satria Muda Indonesia Jakarta Barat.

Karya-karya tulisnya termuat di dalam kumpulan buku dan videografi, di samping mengikuti lomba menulis dan pernah mendapat anugerah Milenial Banten 2017 oleh Dewan Kesenian Banten.

Kegalauan mungkin harus dilewatinya dalam proses yang panjang di dalam bimbingan para Abah di Pesantren. Berikut karya-karya A Jalal yang sudah dipublikasikan:

Untuk Kenapa (Puisi)
Apa Kabar Hati (Novel)
Selesai (Novel)
Pernah Singgah (Quetes)
Untuk Hati Yang BerTuhan (Novel)

Pada Suatu Hari (puisi)
Kitab Putih Dari Bumi (Puisi)
Doa (Puisi)
Di Matamu (Puisi)
Selesai (Novel)
Pendosa Nasional (Puisi)
Ruang Rasa (Cerpen)
Aku atau Saya (Novel)
Ashfarun (Tukilan Kitab)
Ayat Luka (Prosa)

Trenggalek, 22 Maret 2019.

=======================

Kurator : M. Sakdillah (author, Director, and Culture Activities).

Categories: Sosialita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *