foto koleksi GMK. gayatrimedia.co.id
gayatrimedia.co.id

Peneliti Muda IJIR

Bila hendak menelusuri sejarah dan tradisi di wilayah pesisir selatan, terutama Kabupaten Tulungagung, jangan lupakan sosok humanis bernama Gedong Maulana Kabir. Dia akan rela hati menjelaskan panjang lebar tentang sejarah dan tradisi tersebut.

Dia lahir di Blitar pada 2 September 1993. Tinggal di Selokajang-Srengat-Blitar.

Gedong Maulana Kabir adalah staf peneliti pada Institute for Javanese Islam Research (IJIR). Sebuah lembaga yang membidangi studi-studi budaya Islam di IAIN Tulungagung.

Studi-studi kebudayaan memang diutamakan oleh kampus yang mengangkat tema budaya ini. Stressing pada Islam Jawa sebagaimana tradisi dan kesenian.

foto koleksi GM. gayatrimedia.co.id

Menyisir Sejarah dari Pesisir

Panorama sisi pesisir selatan pulau Jawa memiliki fenomena yang sangat menarik. Unsur-unsur magis yang berkembang di masyarakat masih menjadi kerangka acu tersendiri di dalam menghayati dan memahami cara pandang hidup masyarakatnya. Tentu, pendekatan-pendekatan yang ditempuh tidak secara positivistik, melainkan sebagai humaniora kehidupan. Karena, kebudayaan di pesisir memiliki ciri khas sebagai sebuah sub-kultur.

Bagi Gedong, kegelisahan ketika tinggal di wilayah Pantai Dlodo, Desa Panggungkalak, Kecamatan Pucanglaban Kabupaten Tulungagung telah memicu hasrat dan minatnya. Bagi peneliti muda yang murah senyum dan pembawaan santai ini, kehidupan sehari-hari masyarakat di tepi pantai tersebut telah dipengaruhi oleh dua nilai: nilai berdasar agama dan nilai keyakinan mistis pesisir selatan. Bahkan, segenap kekayaan alam yang ada di Panggungkalak juga diyakini memiliki atau paling tidak ditempati oleh makhluk halus. Contoh dari keyakinan kolektif masyarakat adalah sosok Ratu Kidul sebagai penguasa laut selatan dan Buaya Putih sebagai penunggu sumber mata air Song Bajul.

Selain itu, dua nilai dasar yang memengaruhi kehidupan masyarakat tersebut juga memunculkan bentuk ekspresi beragama yang khas, terutama pada konteks khas Islam pesisir selatan. Sebuah deskripsi coba dipaparkan oleh Gedong dalam penelitian studi akhirnya S1nya. Ia memberikan deskripsi tentang ekspresi beragama Islam sintesis-mistik pesisir selatan di Desa Panggungkalak. Selain itu, juga bisa melihat strategi resistensi kelompok Islam sintesis-mistik ini dari para penentangnya.

foto koleksi GMK. gayatrimedia.co.id

Bagi kajian keilmuan, laporan Gedong tersebut juga bermanfaat dalam melengkapi khasanah penelitian tentang masyarakat muslim pesisir, khususnya pesisir selatan. Penelitian tersebut menggunakan pendekatan etnografi. Metode tersebut dipilih karena hendak mengungkap fakta menurut cara pandang masyarakat sendiri (native’s point of view) melalui kegiatan empiris: hidup bersama masyarakat tersebut. Seiring berjalannya proses hidup bersama itu, Gedong juga melakukan wawancara sekaligus mengikuti beragam kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat.

Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan masyarakat Islam sintesis-mistik pesisir selatan mengekspresikan agamanya sebagaimana tercermin dalam slametan, nyadran, maupun ritual di tempat-tempat alami seperti sumber air. Seluruh masyarakat sepakat dan tidak terjadi pertentangan ketika membahas slametan. Namun, ketika sudah berbicara tentang nyadran, masyarakat di sana terlihat memiliki pandangan yang berbeda-beda. Pada titik ini mulai ada polarisasi dalam masyarakat. Bagi sebagian kelompok yang menolak praktik ini, mereka tidak menjalankannya, meski juga tidak melarangnya secara frontal. Sedang bagi kelompok yang menjalankan praktik ini, mereka kukuh pada pandangannya tentang praktik tradisi yang terus dijalankan secara turun temurun tersebut.

Nah, sembari ngopi, perbincangan akan semakin menarik bersama Gedong Maulana Kabir yang sedang mendalami praktek bahasa Inggris pada jenjang S2nya. Dia akan bercerita tentang banyak hal, terutama rujak sebagai makanan favoritnya.

Trenggalek, 24 Maret 2019.

===========================

M. Sakdillah (author, director, and culture activities)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *