foto koleksi 10 Best Arabian Eye Makeup Tutorials With Step by Step Tips
pinterest.com
gayatrimedia.co.id

Kelindan Bahasa

Hubungan Eropa dan Timur Tengah terjalin sejarah yang panjang. Hal ini berkaitan pada hampir seluruh aspek kehidupan, terutama budaya, bahasa, seni, agama, bahkan ilmu pengetahuan. Dari aspek ilmu pengetahuan dapat dijumpai dari gelombang budaya Hellenisme-Yunani yang melanda dunia Arab pada era Abad Pertengahan hingga transformasi pengetahuan akibat ekspansi Bani Fathimiyah di daratan Spanyol.

Namun demikian, pengenalan perkembangan musik secara khusus di belahan dunia Timur Tengah kurang mendapat perhatian di tanah air bila dibandingkan dengan musik-musik Amerika, India, dan Korea. Padahal, persentuhan Eropa dan Timur Tengah secara intens masih menumbuhkan perkembangan budaya yang signifikan, terutama pada musik.

Bahasa menjadi faktor penting di dalam perkembangan kesenian. Bisa dikatakan: musik adalah bahasa diam dari ucapan yang mewakili perasaan dan jiwa manusia. Musik adalah bahasa universal yang melintasi batas ruang dan waktu. Berbeda dengan bahasa yang terikat pada ruang dan waktu. Seseorang bisa saja menyukai musik-musik Amerika kendati tidak menyukai bahasanya.

Memang, budaya Timur Tengah, terutama bahasanya lebih sering dipandang sebagai bahasa agama daripada sebagai bahasa budaya. Sehingga perhatian dan minat terhadap perkembangan musik di Timur Tengah kurang mendapat perhatian. Padahal, musik Timur Tengah pernah berpengaruh besar pada perkembangan musik di Indonesia, terutama dangdut.

Keringnya minat dan perhatian terhadap budaya Timur Tengah sebenarnya memiliki pengaruh besar di dalam cara beragama di tanah air. Kurangnya pemahaman budaya, terutama musik menyebabkan bahasa-bahasa agama menjadi kaku dan dangkal.

Mengenal budaya adalah mengenal kepribadian. Masyarakat Indonesia yang masih melakukan perhatian intens terhadap kesenian dan kebudayaan Timur Tengah (Arab) secara terbuka hanya masyarakat pesantren. Sayangnya, kesenian dan kebudayaan Timur Tengah yang dipelajari di pesantren-pesantren masih terpaku pada sastra klasik. Hal yang sebenarnya bisa menjadi peluang besar sebagai pewaris khazanah bagi perkembangan budaya Timur Tengah sendiri yang barangkali sudah mulai ditinggalkan atau tidak dikenal lagi.

Kasus terakhir sebagaimana diceritakan oleh Andreas Unger, filolog Jerman, yang menggambarkan proses serapan kata di dalam bahasa Inggris dan Jerman. Begitu pula sebaliknya, seperti kata Alkohol yang diadopsi ke dalam bahasa arab menjadi Alkuhl. Proses ini sudah berlangsung sejak lama.

Menurut Andreas Unger, fenomena menarik dapat ditarik pada era Abad Pertengahan. Budaya Arab kala itu jauh lebih unggul daripada budaya Eropa. “…di Abad Pertengahan, pedagang, serta pasukan Muslim yang menyerang di Spanyol, Portugal modern, dan di Sisilia membawa serta teknologi, ilmu pengetahuan, dan barang-barang mewah – dan tentu saja kata-kata yang sesuai yang kemudian di Eropaisasi.”

Unger mencontohkan sebagaimana kata “matrah” untuk kasur yang dilempar ke tanah di dalam bahasa Arab. Kata tersebut sangat komplek dan rumit karena memiliki kelindan dengan perangkat-perangkat kasur itu sendiri. Sehingga pada ejawantah nyatanya justeru kemudian kata tersebut telah memberi inspirasi makna kasur sebagaimana dikenal belakangan (kontemporer).

Bahasa-bahasa serapan yang terdapat di Jerman melalui pintu masuk Spanyol dan Portugal. Jadi, tidak secara langsung dan membutuhkan proses yang lama. Sebab, kata-kata yang kemudian diserap ke dalam bahasa Jerman dari bahasa Arab digunakan untuk barang-barang yang mewah pada masa itu, seperti wewangian – melati, bunga jeruk -, buah jeruk seperti jeruk dan lemon, dan alat musik seperti gitar dan rebana.

Adapun yang menarik kemudian disebutkan Urgen adalah sebagaimana kata Benzene, komponen penting bensin, diadopsi ke dalam bahasa Inggris dari bahasa Jerman “Benzin,” yang didasarkan pada kata asam benzoat. Awalnya, itu adalah kata Arab untuk resin balsamic yang diimpor dari Jawa – mirip kemenyan aromatik. Dengan kata lain, persilangan budaya tidak saja terjadi antara Timur Tengah dan Eropa saja, bahkan lebih jauh ke Jawa.

Kembali kepada musik, musik Arab kontemporer menjadi sangat menarik untuk menjadi bahan perhatian, baik bagi perkembangan seni musik di Indonesia maupun untuk mengenal budaya Timur Tengah lebih mendetil. Sebab, mengenal budaya, terutama musik, yang terakhir berkembang di Timur Tengah dapat menjadi pesan-pesan manusiawi di dalam mendapatkan informasi terkini.

Trenggalek, 15.42, 29 Maret 2019.

=========================

M. Sakdillah (author, director, and culture activities).


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *