foto koleksi Asean Haritage. gayatrimedia.co.id

Perempuan di Indonesia memiliki karakter yang kuat. Di dalam sejarah yang terpahat baik-baik di relief-relief candi banyak menggambarkan cerita tentang perempuan-perempuan Indonesia. Di saat perempuan-perempuan di tanah Arab mendapat perlakuan tidak adil serta perbudakan yang marak, Indonesia menyajikan cerita-cerita tentang keagungan perempuannya.

Sejarah kebangkitan perempuan-perempuan Arab tidak banyak dijumpai. Di masa Nabi Muhammad Saw, nama Hindun berperan sebagai wanita antagonis. Istri Abu Sufyan tersebut digambarkan telah membalas dendam atas kematian suaminya. Dia digelari “Aklatul Akbad”, si Pemakan Jantung.

Cerita Hindun tersebut masih memiliki tafsir yang berbeda. Ada yang serius menulis kebengisan dirinya, dan ada yang tidak setuju akan sifat buruk tersebut.

Peran perempuan justeru banyak dijumpai setelah Nabi Muhammad Saw berhasil menguasai kota Mekah. Nama-nama seperti Hafsah, Ummu Kultsum, Aisyah, bahkan puterinya sendiri, Fatimah binti Muhammad. Berikut ulama-sufi perempuan yang terkenal Rabiah Al-Adawiyah.

Kembali kepada perempuan Indonesia. Sejarah telah menorehkan nama-nama yang agung. Pada masa sejarah pra muslim, dapat disebutkan nama-nama seperti Pramodha Wardani yang dimanifestasikan pada relief agung candi Prambanan. Rajapatni Gayatri, permaisuri Raden Wijaya, yang melahirkan Ratu Agung Tribhuwana Tunggadewi dan Prabu Hayamwuruk. Rani Suhita yang berhasil mempersatukan perpecahan negeri-negeri Majapahit akibat perang brutal “Paregreg”.

Pada masa muslim menjadi mayoritas di Indonesia, nama-nama seperti Nyi Pakungwati yang gigih mendorong suaminya, Sunan Gunungjati, mempersatukan wilayah Jawa Barat. Begitu pula Cut Nyak Dien, Cut Meutia, R.A. Kartini, dan masih banyak nama yang tak bisa disebutkan satu persatu.

Dari gambaran tersebut, perempuan-perempuan Indonesia pada hakikatnya adalah perempuan-perempuan tangguh dan berkarakter.

Trenggalek, 5.06, 2 April 2019.

=====================

M. Sakdillah (author, director, and culture activities).

Categories: Gaya Hidup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *