foto koleksi kiatsuharno.blogspot.com gayatrimedia.co.id

Kedigdayaan Clifford Geertz (1926-2006) di dalam memetakan kebudayaan Jawa sangat membekas. Hasil penelitiannya di Mojokuto, Pare, Kediri, selalu menjadi rujukan ahli-ahli budaya nasional dan para analis politik. Santri, abangan, dan priyayi. Trikotomi masyarakat Jawa yang lazim dan menjadi pembeda sehingga membuat garis-garis diametral, bahkan mengeras pada konflik sosial.

Menjadi Identitas

Santri, abangan, dan priyayi di kemudian hari menjadi identitas yang saling meneguhkan. Ada posisi yang tidak bisa menerima nilai tawar. Masing-masing saling membatasi diri. Kalangan santri akan meneguhkan identitas mereka pada keseragaman hukum. Karena, sudut pandang formal yang terbangun adalah hukum. Agama bisa diseragamkan dengan norma-norma hukum, meskipun pada prakteknya tidak demikian. Dalam hubungan sosial, kaum santri melakukan kegiatan-kegiatan tidak saja pada sektor agama, melainkan juga seni, budaya, bahkan politik.

Cara Beragama Manusia Jawa

Masyarakat kelas yang menjadi produk dan konstruksi berpikir masyarakat modern.

foto koleksi akarasa.com gayatrimedia.co.id
Categories: Esai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *